Tips Mendekor Nursery Room

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk anak pada masa pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan memberikan Nursery Room sebagai faislitas untuk mempermudah orang tua mengawasi sekaligus memberikan fasilitas untuk mendukung kebutuhan utama yang nyaman bagi anak. Tak hanya penting untuk perkembangan anak, namun adanya nursery room ini juga berguna untuk meningkatkan bonding time dengan anak. Selain itu, keberadaan nurery room bisa juga untuk meningkatkan kehigenisan ruangan. Kebersihan ruang merupakan salah satu faktor yang mendukung tumbuh kembang anak juga, jadi penting untuk memperhatikan area di sekitar anak. Buat yang masih belum paham tentang apa itu Nursery Room, apa saja keperluan-keperluan yang dibutuhkan agar nursery room menjadi tempat yang nyaman untuk anak, yuk mari cermati artikel ini

Nursery room merupakan kamar tidur yang digunakan untuk kamar bayi atau balita. Nursery room sendiri berasal dari budaya Amerika yang membiasakan anak untuk memiliki ruangnya sendiri dari usia dini. Biasanya nursery room berukuran kecil dan nyaman bagi anak. Agar anak nyaman dan dapat menikmati waktunya sendiri, ruangan tidak boleh terlalu luas. Pembangunan karakter anak juga dapat dibentuk pada masa-masa ini. Anak yang memiliki ruangannya sendiri terbukti lebih mandiri.

1. Pemilihan Warna


(sumber gambar : pinterest.com)
Tips awal yaitu dalam pemilihan warna untuk furniture maupun ruangan. Pemilihan warna ini ternyata sangat berpengaruh untuk psikologi dan pengembagan motorik anak. Warna-warna terang dan ceria seperti warna kuning, hijau, biru dan merah dikombinasikan dengan warna netral seperti warna putih, abu-abu dengan motif / gambar tertentu dapat memberikan stimulasi untuk perkembangan mata anak. Pemberian warna tersebut tidak perlu diaplikasikan pada seluruh ruang, cukup 1 atau 2 sisi dinding saja sudah memberikan kesan ruang yang menarik namun jika ingin memberikan warna pada seluruh ruang sebaiknya menggunakan warna-warna yang soft seperti biru muda, hijau muda, dsb. Penggunaan 1 atau 2 warna yang kontras juga dapat memberikan nuansa/tema tertentu pada nursery room sehingga terdapat perpaduan warna yang menarik.

2. Karpet


(sumber gambar : pinterest.com)
Tips kedua yaitu dengan penggunaan karpet dimana karpet diperlukan untuk melindungi anak saat bermain di lantai serta memberikan kesan ruang yang lebih nyaman. Pemilihan karpet tertentu juga memberikan kesan masing-masing, misalnya karpet bulu dapat memberikan keamanan bagi anak karena teksturnya yang lembut. Sedangkan karpet nilon polos atau dengan corak tertentu dapat menambah suasana ruang yang lebih ceria. Namun, perlu diingat untuk selalu membersihkan karpet dari kotoran dan debu sehingga tidak menjadi sarang kuman dan bakteri.

3. Penambahan Aksesoris Dinding


(sumber gambar : pinterest.com)
Penambahan aksesoris dinding seperti pigura foto, rak serta gantungan dinding yang lucu dapat dipakai untuk meramaikan suasana ruang juga. Namun, pemilihan aksesorisnya harus disesuaikan dengan tema ruangan, misalnya dengan memilih tema piknik pada nursery rooms, dapat menggunakan aksesoris dinding seperti bendera berbentuk segitiga atau ingin mengaplikasikan tema laut, aksesoris dinding dapat menggunakan kemudi kapal atau jangkar kapal sebagai gantungan dindingnya. Kita bisa mengembangkan aksesoris dinding sesuai dengan kreatifitas kita sendiri sehingga nursery room dapat menarik bagi anak.

4. Nursery Dresser / Changing Table


(sumber gambar : pinterest.com)
Jangan lupa untuk memberi changing table agar mempermudah saat mengganti popok anak. Penggunaan kain pada changing pad dengan motif yang lucu dapat menambah suasana ceria di dalam ruang. Lengkapi changing table dengan storage untuk baju-baju anak dan barang-barang yang diperlukan untuk mengganti popok. Letakan barang-barang tersebut di area yang mudah dijangkau saat mengganti popok maupun baju anak. Untuk menjaga kebersihan area changing table ini, kita juga bisa memberikan tempat sampah khusus popok kotor atau baju kotor anak. Tempat sampah ini harus tempat sampah yang tertutup sehingga kuman ataupun bakteri tidak dapat menyebar ke seluruh ruang.

5. Nursery Chair

sumber gambar : pinterest.com)
Nursery chair ini bisa moms pakai untuk menyusui anak, maupun mengawasi anak. Banyak jenis-jenis nursery chair, namun pilihlah nursery chair yang sesuai dengan kenyamanan dan juga aman bagi anak. Pilihlah bahan dan material yang mudah dicuci sehingga kuman tidak tumbuh di sini. Pemberian kursi goyang dapat diaplikasikan agar dapat menyusui dan menidurkan anak dengan nyaman. Tambahkan bantal-bantal untuk menambah kenyamanan saat bersama anak.

FACT !
Tahukah anda, bahwa studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa hampir 50% bayi beresiko mengalami cedera ketika tidur bersebelahan dengan orangtua. Studi yang dilakukan ini membuktikan bahwa bayi dapat mengalami sesak napas, atau kematian mendadak atau yang lebih dikenal dengan istilah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome dikenal juga dengan istilah sindrom kematian mendadak pada bayi. SIDS Merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi di usia 1 bulan hingga 1 tahun. Sebenarnya SIDS tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit. Tapi lebih mengarah kepada sebuah diagnosa kematian tiba-tiba pada bayi di bawah usia satu tahun.

Studi ini memberikan rekomendasi dengan menidurkan anak di tempat tidurnya sendiri dengan posisi terlentang (bukan tengkurap). Saat anak tidur tengkurap, kemungkinan besar anak tidak dapat bernafas dengan leluasa dan menghirup kembali udara yang dikeluarkan sehingga oksigen yang didapat menjadi berkurang. Jangan juga menidurkan bayi dalam posisi miring, karena saat bayi tidak dalam pengawasan Anda bayi dapat berguling dan berubah ke posisi tengkurap. Dengan krib yang sesuai dengan umur anak dapat mengurangi resiko kematian mendadak sekitar 53%. Jadi, mulailah memperhatikan setiap kebutuhan anak demi tumbuh kembang mereka.

 

Artikel oleh Karunika Muthya & Stefanie Magdalena

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bugar.Me sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.